Friday, 4 May 2012

Tenaga honorer K-II akan di angkat menjadi PNS sampi tahun 2013

Pengumuman CPNS. Penyelesaian tenaga honorer kategori II (yang tidak dibiayai APBN/APBD) akan dilakukan bertahap hingga 2013. Tahap pertama di 2012, pemerintah mengalokasikan kuota CPNS bagi honorer kategori II sebanyak 50 ribu. Selanjutnya pada 2013, kuota maksimal 50 ribu juga akan disiapkan.  Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN & RB), Tasdik Kinanto mengatakan, penyelesaian tenaga honorer kategori II akan dilakukan pada 2012. Sebab, tahun ini yang dituntaskan adalah honorer kategori I (yang dibiayai APBN/APBD).
�Memang tadinya pengangkatan honorer kategori II dimulai tahun ini. Tapi karena RPP tentang tenaga honorer baru diselesaikan tahun ini, menyebabkan pengangkatannya tertunda. Tahun ini yang diangkat honorer kategori I,� terang Tasdik, Selasa (12/4).
Pengangkatan tenaga honorer kategori II, lanjutnya, untuk mengisi kebutuhan formasi 2012 dan 2013, sesuai dengan kemampuan keuangan negara. Mekanisme pengangkatannya, mengikuti tes sesama honorer dengan materi ujian tertulisnya adalah tes kompetensi dasar berdasarkan kisi-kisi yang ditetapkan pemerintah.
�Yang membuat soal ujian kompetensi dasarnya adalah pejabat pembina kepegawaian. Materinya berdasarkan kisi-kisi yang ditetapkan pemerintah. Sedangkan pengolahan hasil ujian dilakukan dengan komputer dan dapat bekerja sama dengan rektor perguruan tinggi negeri,� jelasnya.

Untuk lebih jelasnya baca juga posting di bawah ini

CPNS Reguler 2012 65 Ribu

Setelah berakhirnya masa validasi honorer kategori 1, akhirnya Kemen-PAN memberi tahu jumlah CPNS yang direkrut dari jalur umum. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) menetapkan jatah penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari jalur reguler sebanyak 50 persen dari jumlah pensiun. Itu berarti kuotanya maksimal 65 ribu.

 "Kenapa cuma 50 persen dari jumlah pensiun? Ini karena jumlah PNS kita sudah terlalu gemuk. Makanya harus dikurangi setiap tahunnya," kata Menpan-RB Azwar Abubakar dalam diskusi dengan wartawan di Hotel Atlit Century, Jakarta, Rabu (2/5). Dia menyebutkan, upaya pengurangan jumlah PNS sejak 2011 mulai kelihatan hasilnya. Data Badan Kepegawaian Negara (BKN), jumlah PNS per Desember 2011 sebanyak 4,572 juta dari sebelumnya 4,7 juta. Kalau dipikir memang negara ini juga jangan terlalu banyak pengabdi Pemerintahnya.... pengusaha nya yang harusna banyak...


 "Karena ada moratorium, jumlah PNS bisa berkurang 200 ribuan. Tahun ini meski ada moratorium, kita tetap berikan peluang untuk melakukan pengadaan CPNS. Tapi dengan catatan harus memenuhi ketentuan terutama harus berdasarkan analisa jabatan dan beban kerja," terangnya. Dalam penerimaan CPNS jalur reguler, Azwar mengaku mendapat beban besar. Yaitu pengangkatan honorer kategori satu (K1) yang notabene harus diangkat tanpa tes. "Ini sudah kontrak politik, jadi saya tidak bisa apa-apa. Mau saya, CPNS yang dihasilkan lewat cara reguler agar kualitasnya bisa ketahuan. Tapi di satu sisi, beban honorer K1 yang kini menjadi tanggung jawab saya harus segera diselesaikan," bebernya (dikutip dari JPNN.com)

Wednesday, 2 May 2012

Mitra MBS


Oleh : Septiardi Prasetyo
          Guru Madrasah Ibtidaiyah At-Taufiq, Kota Bandung

Berdasarkan Permendiknas No.19 Tahun 2007 tentang standar pengelolaan pendidikan, dinyatakan bahwa sekolah/madrasah harus membuat Rencana Kerja Jangka Menengah yang menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu 4 tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dicapai dan perbaikan komponen yang mendukung peningkatan mutu lulusan. Selain itu sekolah/madrasah juga harus membuat Rencana Kerja Tahunan yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKAS/M) yang dilaksanakan berdasarkan rencana kerja jangka menengah.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional ini merupakan perwujudan dari otonomi pendidikan di sekolah/madrasah yang harus berlandaskan standar pengelolaan pendidikan di sekolah/madrasah yang memenuhi prinsip mendasar seperti keadilan, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas publik. Sesuai dengan UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 4.
Berdasarkan permendiknas dan UU pengelolaan pendidikan di atas maka pelaksanaan manajemen sekolah/madrasah tidak hanya ditentukan oleh peran dan fungsi sekolah/madrasah saja. Tetapi anggota masyarakat pun dapat berkontribusi melalui Komite Sekolah dan Kelompok Kerja Rencana Kerja Sekolah/Madrasah (KKRKS/M).
Hal ini akan memperbesar peluang dan kesempatan bagi sekolah untuk menghasilkan program jangka pendek, menengah dan panjang yang aspiratif yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan warga sekolahnya. Namun seringkali peran dan fungsi komite sekolah terhambat oleh faktor klasik seperti kesibukan bekerja dan rutinitas harian lainnya. Hal ini akan berpengaruh pada penurunan motivasi dan daya kreativitas sekolah dalam menghasilkan terobosan-terobosan segar pada program sekolahnya. Sehingga tidaklah mengherankan bila Rencana Kerja Sekolah (RKS) yang sedang berjalan merupakan reproduksi dari program yang telah dijalankan tahun sebelumnya.
Di sinilah peran dunia kampus dalam menjebatani kinerja administrsasi sekolah/madrasah terhadap aspirasi masyarakat sekitarnya melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Sekolah Dasar(SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) di kota Bandung dan sekitarnya dari tanggal 12 Juli-20 Agustus yang lalu. Melalui kegiatan KKN ini diharapkan akan lebih memotivasi dan mendorong sekolah dalam mensinergikan fungsi dan perannya dengan komite sekolah.
Melalui penyusunan MBS kita dapat memperoleh informasi menyeluruh tentang profil kesiswaan, kurikulum dan pembelajaran, pendidik dan tenaga pendidik, sarana dan prasarana, keuangan dan pembiayaan, budaya dan lingkungan, peran masyarakat dan kemitraan.
Tugas utama para mahasiswa KKN tematik MBS adalah bekerjasama dengan seluruh warga sekolah dalam menata pengelolaan administrasi sekolah yang secara spesifik tercakup dalam empat elemen MBS seperti Sistem Database Sekolah(SDS), Rencana Kerja Sekolah(RKS), kepemimpinan kepala sekolah dan komite. Karena keempat elemen MBS tersebut merupakan pilar utama bagi sekolah dalam merencanakan, menyusun, melaksanakan dan mengembangkan MBS-nya.
Salah satu  media yang digunakan untuk memuluskan kerjasama tersebut adalah memperkenalkan kepada sekolah sebuah software sumbangan dari pemerintah Amerika yang bernama USAID. Software ini memiliki fitur yang cukup sederhana yang memudahkan sekolah dalam melakukan input data MBS. Software ini bersifat gratis dan dapat beroperasi pada program Office 2003.
Tapi tidak semua sekolah bersedia menggunakan software yang mampu berintegrasi dengan program Microsoft Exel ini. Alasannya format yang dihasilkan USAID ternyata tidak sama dengan format yang telah ditentukan oleh kantor Dinas Pendidikan (Disdik). Sehingga format yang dihasilkan software USAID tidak dapat digunakan untuk memenuhi persyaratan akreditasi atau pengurusan dana BOS.
Kendala berikutnya adalah tidak lengkapnya arsip database. Dari hasil penelusuran dan wawancara bersama petugas Tata Usaha (TU) di sekolah diperoleh informasi bahwa banyak arsip sekolah yang hilang apakah itu karena pencurian atau tercecer ketika kegiatan pembangunan sekolah. Hal tersebut merupakan kendala yang kentara untuk menyusun MBS yang baik.
Peningkatan mutu pendidikan di sekolah dan hasil belajar siswa selalu berkaitan dengan efektivitas MBS yang direncanakan, disusun dan dijalankannya. Karena MBS memiliki peran dan fungsi sebagai pedoman kerja dalam mengembangkan sekolah/madrasah. Juga untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan sekolah/madrasah. Dan MBS juga sebagai materi yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengajukan sumber daya yang diperlukan untuk pengembangan sekolah/madrasah.
Dari tulisan sederhana ini mudah-mudahan bisa memotivasi rekan-rekan kami yang sedang menjalankan KKN tematik MBS selama 40 hari di kota Bandung dan sekitarnya. Juga sebagai aspiratif konstruktif bagi dunia pendidikan kita terutama sekolah/madrasah yang tidak pernah menyerah dalam menyempurnakan MBS-nya. Juga bagi para anggota masyarakat yang begitu peduli pada peningkatan kualitas pendidikan di sekolah/madrasah tempat putra-putrinya menuntut ilmu.

Pengumuman hasil Ujian Nasional UN tahun 2012 SD, SMP, SMA

 
Pengumuman Hasil Ujian Nasional Tahun 2012 - mengulas kembali tentang pengumuman hasil un tahun 2012 yang mana tadinya telah tersampaikan Pengumuman Hasil UN SMA/MA/SMK 2012 kali dilanjutkan dengan Pengumuman Hasil Ujian Nasional Tahun 2012


Semebelum saya sampaikan jadwal Pengumuman Hasil Ujian Nasional Tahun 2012 ini saya akan sampaikan dulu jadawal pelaksanaannya silahkan anda lihat dibawah ini

Jadwal Pelaksanaan Ujian Nasional (Ujian Utama) :

- SMA/MA/SMK/SMALB : 16 � 19 April 2012
- SMP/MTs./SMPLB : 23 � 26 April 2012
- SD/MI/SDLB : 7 � 9 Mei 2012

Jadwal Pelaksanaan Ujian Susulan :

- SMA/MA/SMK/SMALB : 23 � 26 April 2012
- SMP/MTs./SMPLB : 30 April � 4 Mei 2012
- SD/MI/SDLB : 14 � 16 Mei 2012

Pengumuman UN 2012 :

- SMA/MA/SMK/SMALB : 24 Mei 2012
- SMP/MTs./SMPLB : 2 Juni 2012
- SD/MI/SDLB : Tergantung Daerah.

Untuk daftar kelulusan natinya akan dikirimkan kesekolah masing-masing atau pun di kirim ke dinas pendidikan yang ada setiap daerah sesui dengan tanggal yang sudahh ditetapkan diatas. semoga hasil ujian nasional tahun 2012 ini bisa lulus seratus persen untuk anda ketahui seandainya ada yang tidak lulus maka tidak ada ujian ulang, cuman yang ada ujian ulang bagi yang tidak dapat hadir sewaktu dalam pelaksanaan ujian nasional kemaren mungkin ada yang tidak hadir dalam waktu ujian dia ada yang sakit dan ada yang minta izin maka diberi kesempatan untuk diberi ujian susulan.

Demikianlah informasi dari BLOG PENDIDIKAN tentang Pengumuman Hasil Ujian Nasional Tahun 2012 ini semoga hasil ujian tahun ini sangat memuaskan mencapai peringkat ke 10 besar dunia amin..n..n..nnnn

Tuesday, 1 May 2012

Sekolah Seni ketiga di Kuala Lumpur

Oleh Mohd Feroz Abu Bakar
feroz@bharian.com.my
2012/05/01

Pengambilan pertama 100 lulus UPSR 2012

KEMENTRIAN Pelajaran akan menubuhkan satu lagi sekolah seni tahun depan, sekolah ketiga selepas Sekolah Seni Johor Bharu dan Sekolah Seni Kuching yang diwujudkan kira-kira lima tahun lalu.

 Pengarah Bahagian Kokurikulum dan Kesenian kementerian itu, Muhamat Roli Hasan, berkata sekolah berkenaan akan ditubuhkan di Kuala Lumpur dengan pengambilan 100 pelajar Tingkatan Satu.
Katanya, Sekolah Seni Kuala Lumpur juga akan dilengkapi kemudahan studio dan peralatan seperti dua sekolah seni sebelum ini, selain kemudahan asrama.

Beliau berkata, sekolah seni beroperasi seperti Sekolah Berasrama Penuh (SBP) dan pelajar berpeluang menikmati kemudahan selesa.

�Nama dan lokasi Sekolah Seni Kuala Lumpur belum boleh diumumkan kerana kementerian pada peringkat akhir meluluskan dana mengubah suai bangunan sedia ada.

�Selain bilik darjah dan studio seni, bangunan sekolah ini juga menyediakan asrama untuk 500 pelajar,� katanya kepada Berita Harian, di Kuala Lumpur, baru-baru ini.
Muhamat Roli berkata, pengambilan pelajar Tingkatan Satu tahun depan bermula dengan lulusan Ujian Pencapaian Sekolah Rendah (UPSR) tahun ini dan tiada pengambilan untuk pelajar ke Tingkatan Empat.

Katanya, syarat kemasukan ialah 3B dalam UPSR dan mempunyai bakat dalam bidang seni sama ada muzik, tarian, teater dan visual (reka bentuk, seni halus, komunikasi visual).

Selain kelayakan akademik, beliau berkata, kementerian akan menilai bakat seni lulusan UPSR menerusi temu duga khas di beberapa bandar utama seluruh negara.

�Permohonan boleh dilakukan secara dalam talian melalui laman web kementerian Pelajaran selepas keputusan UPSR 2012 diumumkan hujung tahun ini,� katanya.

BeritaHarian Online: 1 Mei 2012

Di balik Gunung Es Bernama UN


Oleh : Septiardi Prasetyo
          Guru MI At-Taufiq, Kota Bandung

Baru-baru ini, media masa nasional diramaikan oleh pemberitaan tentang pelaksanaan Ujian Nasional(UN). Fenomena tahunan ini telah menimbulkan banyak kontroversi sejak hari pertama pelaksanaannya. Hebatnya UN �berhasil� memunculkan fenomena baru, polisi mengamankan pelaksanaan UN di sekolah. Ini hanya terjadi di Indonesia. Seperti gunung es, di bawah permukaan, UN banyak menyimpan permasalahan mendasar.
Pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia. Dari proses ini semua potensi yang dimiliki manusia yang bernama siswa digali dari tiga aspek fundamental. Aspek kognitif(pengetahuan), afektif(sikap) dan psikomotor yang secara alamiah ketiganya berhubungan dan saling mempengaruhi.
Tiga aspek fundamental dari pendidikan ini diibaratkan manusia yang terdiri dari kepala, badan dan anggota gerak. Aspek kognitif seperti kepala, tempat menyimpan dan memproses data. Aspek afektif seperti badan yang didalamnya terdapat hati, tempat manusia melakukan kontemplasi untuk menentukan sikap. Dan aspek psikomotor seperti anggota gerak, kaki dan tangan, untuk melakukan apresiasi.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan(KTSP) secara ideal mengakomodir ketiga aspek di atas. Pihak sekolah dengan berbagai keterbatasan sarana dan prasarananya, diberikan kebebasan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulumnya sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan.
Bila siswa tinggal di daerah pesisir pantai, maka sekolah dapat menyusun pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesisir pantai. Sehingga siswa memiliki pengetahuan tentang pentingnya pelestarian terumbu karang, hutan bakau, bahaya abrasi pantai dan manfaat wisata bahari.Sehingga siswa diharapkan memiliki pengetahuan dan kepedulian untuk memanfaatkan potensi pesisir pantai dan lautnya secara arif.
Dan bagi siswa yang tinggal di dekat hutan, sekolah diberi kebebasan untuk menyusun kurikulumnya sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan masyarakat di dekat hutan. Sehingga siswa bisa diarahkan untuk memahami pentingnya melindungi kelestarian hutan dari bahaya erosi, tanah longsor, banjir, kelestarian keanekaragaman hayati dan pengetahuan tentang fungsi hutan sebagai paru-paru dunia.
Secara de jure , pemerintah membuka lebar kreativitas sekolah untuk meracik kurikulum yang hendak dilaksanakan sejauh tidak melewati Standar Kompetensi(SK) dan Kompetensi Dasar(KD) yang telah ditetapkan. Namun bagaimana peran KTSP secara de facto.
Pelaksanaan UN yang diselenggarakan setiap akhir masa studi, diselenggarakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menjawab soal setelah mengikuti pembelajaran di sekolah. Pemerintah menetapkan suatu nilai standar yang mesti dicapai siswa setelah mengikuti UN. Nilai ini akan menentukan kelulusan siswa.
Inilah faktanya. Secara de facto UN telah mengkungkung kreativitas sekolah dalam menerapkan dan mengembangkan kurikulum sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan daerahnya. Dengan diadakannya UN, pembelajaran yang dilaksanakan sekolah semata-mata hanya untuk mempersiapkan menghadapi UN.
Pembelajaran yang dilaksanakan semata-mata untuk mempersiapkan siswa untuk menghadapi UN tentu belum bisa disebut mendidik. Karena UN hanya menilai aspek kognitif saja. Sedangkan dua aspek fundamental lainnya tidak tersentuh.
Sebagai mahluk Tuhan yang paling komplek, manusia dibekali dengan beragam potensi, kemampuan dan keterampilan. Wajar saja bila para pakar bidang pendidikan berpandangan sedikitnya tiga aspek kemampuan dasar yang dimiliki manusia yaitu aspek kognitif(verbal), aspek afektif(sikap) dan aspek psikomotor(keterampilan). Ketiga aspek ini dapat dijabarkan lagi dalam berbagai kompetensi yang dapat diukur dengan beragam instrumen penelitian.
Kurikulum menjabarkan secara detail Standar Kompetensi(SK) dan Kompetensi Dasar(KD) yang diwujudkan dalam indikator-indikator yang diharapkan muncul setelah siswa melakukan pembelajaran. Kegiatan belajar siswa tidak terbatas di dalam kelas saja tetapi dilaboratorium sain, bahasa dan computer, kegiatan ekstrakurikuler dan beragam kegiatan karyawisata yang harus ditempuh siswa. Maka indikator yang muncul pada siswa diharapkan mencakup ketiga aspek di atas.
Sekolah diberi kebebasan untuk menerapkan dan mengembangkan kurikulum berdasarkan kondisi dan lingkungan sekitar sekolah. Maka proses belajar-mengajar yang dilakukan disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan pembangunan daerahnya. Sehingga detail kurikulum dapat berbeda antara sekolah yang satu dengan yang lainnya.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan(KTSP) mengakomodir keberagaman keadaan dan kemampuan sekolah dari Sabang sampai Merauke. Pendidikan memberikan ruang gerak yang luas untuk terlibat langsung dalam pemanfaatan potensi alam di daerahnya. Sehingga percepatan pembangunan daerah diharapkan akan lebih optimal dan berimbas langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.Tentu ini merupakan cita-cita mulia, namun bagaimana dengan realita sesungguhnya?


Poin Plus Bagi Siswa
Sepintas mata pelajaran yang diUANkan telah memposisikan mata pelajaran yang tidak diUANkan sebagai mata pelajaran yang tidak penting. Untuk membangun bangsa yang berlimpah dengan kebhinekaannya, tidak cukup hanya dengan hebat dimata pelajaran yang diUANkan saja. Karena struktur dan komposisi populasi bangsa kita begitu beragam. Sehingga diperlukan lebih banyak tool untuk membangun negeri ini. Pendidikan adalah jawaban paling sentral.
Beberapa mata pelajaran yang selama ini tidak diUANkan perlu diberikan apresiasi yang sama dengan mata pelajaran yang diUANkan. Karena �menganaktirikan� suatu mata pelajaran dapat berakibat langsung pada menurunnya minat siswa untuk mempelajarinya. Dikhawatirkan pihak sekolah pun akan lebih mempriorotaskan perhatiannya pada pelajaran yang diUANkan saja. Efek bola salju ini sungguh tidak diharapkan terjadi.
Sebagai solusi, mata pelajaran yang tidak diUANkan dapat memberikan poin tambahan untuk kelulusan siswa. Selama ini, siswa lulus bila telah memenuhi angka tertentu. Bila angka itu tidak tercapai, maka siswa terancam tidak lulus. Nah, bagi siswa yang memerlukan satu atau dua poin untuk lulus, dapat memperoleh poin tambahan dari prestasinya di matapelajaran yang lain atau dikegiatan ekstrakurikuler. Bila siswa mengetahui manfaat dari berprestasinya di sekolah, diharapkan akan lebih menggali kreativitas dan memotivasi siswa untuk lebih berprestasi dikemudian hari. Sehingga tujuan siswa belajar di sekolah bukan lagi untuk sanggup menjawab soal yang diUANkan saja, tetapi untuk berprestasi.
Desentralisasi Pendidikan
Pelaksanaan UAN secara otomatis telah menodai semangat otonomi penyelenggaraan pendidikan. Saat penyelenggaraan Kegiatan Belajar Mengajar(KBM), sekolah diberikan kebebasan untuk mengembangkan dan menerapkan kurikulumnya. Namun saat pembuatan instrumen untuk evaluasi akhir siswanya, sekolah tidak dilibatkan. Sungguh ironi dan penuh dengan kontroversi!
Ketidaksiapan Sekolah
Pemberitaan tentang pelanggaran saat pelaksanaan UAN, bukan hanya dilakukan oleh oknum siswa tetapi secara sistematis melibatkan oknum pihak sekolah. Maka tidak sedikit pihak sekolah yang melanggar digelandang ke markas polisi untuk dimintai keterangan. Dan ini hanya terjadi di Indonesia.
Penolakan sejak awal dan ketidaksiapan sekolah dalam pelaksanaan UAN menjadi perhatian utama. Fasilitas yang dimiliki sekolah tidak memadai untuk menjangkau standar nilai yang ditetapkan melalui UAN.
Pertannyaan berikutnya kemudian muncul, sejauh mana UAN dapat mengukur tingkat ketercapaian indikator-indikator yang dimiliki siswa di seluruh Indonesia?Sedangkan setiap sekolah dibebaskan untuk mengembangkan kurikulumnya masing-masing.
Fenomena UAN telah menimbulkan banyak kontroversi sejak awal pelaksanaannya. Hal ini wajar dan masuk akal karena dengan diterapkannya UAN seolah-olah telah �mengebiri�manusia sebagai mahluk yang kompleks. Kelulusan siswa hanya dihargai dari kemampuannya menjawab soal-soal ujian yang isinya hanya menekankan pada aspek kognitif saja. Sedangkan aspek yang berkaitan dengan sikap-sikap positif dan keterampilan yang dimiliki siswa tidak menjadi pertimbangan kelulusan. Bukankankah bangsa kita kualitas lulusan yang bukan saja cerdas tetapi juga berahlak mulia dan memiliki keterampilan yang mampu bersaing secara global.
Hal ini diperparah dengan banyaknya pemberitaan dimedia masa perihal kecurangan yang terjadi saat pelaksanaan UAN. Kecurangan ini bukan hanya sekedar siswa yang menyontek tetapi secara terorganisir pihak sekolah memberi contekan kepada siswanya. Sebuah realita yang sungguh mengejutkan.
UAN menjelama menjadi fenomena bola salju yang bukan hanya berefek pada siswa tetapi juga sekolah. Selama bertahun-tahun pihak sekolah bekerja keras mendidik para siswanya supaya menjadi manusia yang bukan hanya pintar seperti Habibie tetapi juga berahlak mulia dan terampil. Namun dengan diterapkannya UAN, pihak sekolah merasa usahanya sia-sia. Pemerintah hanya peduli pada mata pelajaran yang di UAN kan saja sedangkan mata pelajaran lainnya tidak dapat memberikan tambahan poin bagi kelulusan siswa.
Sungguh disayangkan bila para siswa yang menjadi harapan dan tulang punggung Negara kelak, hanya pandai secara keilmuan saja. Sedangkan moralnya pas-pasan dan keterampilannya hanya sanggup untuk mengoperasikan alat-alat canggih dari luar negeri saja.
Dengan dijadikannya UAN sebagai syarat kelulusan mutlak bagi siswa mementahkan proses panjang belajar-mengajar yang dilakukan sekolah. Siswa dinyatakan lulus bila ia pintar saja, sedangkan aspek afektif dan psikomotor tidak menjadi pertimbang.
Bila sistem kelulusan tetap dilaksanakan dengan UAN dikawatirkan pihak sekolah akan dipacu untuk lebih berkonsentrasi pada kemampuan akademik siswanya saja. Dan tidak mempersoalkan aspek afektif dan psikomotor siswa yang berujung pada menipisnya nilai-nilai moral dan ketrampilan siswa.

"Conspirasi Teory" Di balik Kegagalan Mencari Kuburan Adam Air


Di awal tahun 2007 kita dikejutkan oleh peristiwa hilangnya pesawat komersial Adam Air. Musibah yang kecil kemungkinan bisa terjadi diera kemajuan teknologi bidang penerbangan saat ini. Peralatan komunikasi dan navigasi modern merupakan komponen standar yang dimiliki oleh pesawat sekelas Boeing 747. Pemeriksaan rutin pada mesin pesawat sebelum dinyatakan bahwa pesawat layak terbang memperkecil kemungkinan pesawat mengalami peristiwa yang tidak diinginkan. Peristiwa hilangnya pesawat Adam Air murni musibah. 
Ratusan personel yang terdiri dari  aparat TNI dan tim SAR diturunkan untuk menyisir daerah-daerah yang diduga terakhir kali pesawat Adam Air kehilangan komunikasi. Berbagai peralatan canggih dikerahkan bahkan kapal perang Amerika pun ikut terlibat dalam pencarian kapal naas tersebut. Menurut hemat saya upaya pencarian yang digelar secara besar-besaran hingga melibatkan pihak asing tidaklah berlebihan. Karena peristiwa hilangnya pesawat Adam Air adalah kejadian luar biasa karena menyangkut ratusan nyawa yang hingga saat ini belum diketahui kepastian rimbanya. Peristiwa ini ternyata sanggup menyedot keprihatinan menembus batas wawasan nusantara kita.
Namun hingga hari ini bukti bahwa pemerintah telah berhasil menemukan posisi hilangnya pesawat Adam Air hanya berupa serpihan-serpihan kecil badan pesawat yang jumlahnya pun bisa dihitung dengan jari.  Yang lebih mengherankan saat posisi kotak hitam konon telah ditemukan ternyata pemerintah malah mengakhiri upaya pencarian yang dilakukan oleh tim SAR. Bukannya berkonsentrasi pada operasi pencarian puing-puing pesawat yang kemungkinan masih terapung. Hal ini tidak bisa dimengerti bila Bakrie saja bisa kaya mendadak karena menjadi orang pertama yang menemukan sepotong puing yang diyakini bagian dari pesawat Adam Air yang dinyatakan hilang. Apakah puing-puing pesawat lainnya tidak penting lagi untuk dievakuasi.
Maka tidaklah mengherankan bila muncul pertanyaan benarkan posisi kuburan pesawat Adam Air telah ditemukan ?. Pertanyaan ini akan lebih mengherankan lagi untuk di telusuri bila kita mau menjawab dengan JUJUR pertanyaan di bawah ini.
  1. Kenapa serpihan pesawat yang ditemukan sangat sedikit, sedangkan secara logika pesawat sebesar boeing 747 bila menghantam permukaan laut bisa dibayangkan sebanyak apa serpihan yang berserakan di permukaannya ?
  2. Kenapa peristiwa penemuan pertama serpihan yang diduga milik Adam Air adalah bagian ekor pesawatnya, bukan bagian yang lain ?. Apakah dengan penemuan ini supaya menjadi bukti dalam menjelaskan mengapa pesawat Adam Air secara tiba-tiba kehilangan kontak komunikasi ?
  3. Kenapa pencarian dialihkan ke daerah yang jauh menyimpang dari rute yang dilalui pesawat Adam Air ?
  4. Kenapa setiap serpihan yang ditemukan selalu tercantum nomor registrasi pesawat ? Apakah setiap serpihan yang tidak teregristrasi tenggelam ke dasar laut dan yang bernomor registrasi harus mengapung ke permukaan untuk dapat ditemukan oleh tim SAR dan penduduk sekitar ?
  5. Kotak hitam pesawat dapat memancarkan sinyal yang dapat bertahan hingga 30  hari. Sedangkan hingga sekarang kotak hitam tersebut belum pernah mendapat kepastian kapan akan di angkat untuk menghirup udara bebas. Pertanyaan yang timbul bagaimana mungkin kotak hitam tersebut bisa dievakuasi, sedangkan arus laut di kedalaman 2000 meter dapat dengan mudah mengubah posisi kotak hitam tersebut sewaktu-waktu, sedangkan baterai yang dapat memberitahu posisi kotak hitam tersebut sudah soak ?
  6. Kenapa seolah � olah pemerintah lebih mementingkan untuk segera mengevakuasi kotak hitam bukannya mencari sisa-sisa jasad atau serpihan-serpihan pesawat yang masih memungkinkan untuk ditemukan ?. Apakah hal-hal tersebut sudah tidak penting lagi untuk dievakuasi ?
  7. Bila benar serpihan-serpihan badan pesawat Adam Air telah ditemukan terbenam di kedalam 2000 meter. Apa yang menjadi dasar bahwa serpihan-serpihan itu milik pesawat Adam Air ?. Dan mengapa serpihan tersebut hanya tersebar seluas 2 X lapangan sepak bola ?. sedangkan ukuran pesawatnya sendiri memiliki panjang hampir 1 x lapangan sepak bola ?. Bila mempertimbangkan cuaca buruk yang sering melanda kawasan jatuhnya pesawat, tentu sebaran serpihan-serpihan bangkai pesawat Adam Air memungkinkan akan lebih luas dari yang pernah diinformasikan ?.

Pertanyaan di atas adalah pertanyaan wajar dari seorang warga Negara yang begitu prihatin dengan peristiwa hilangnya pesawat komersial yang diawaki ratusan penumpangnya tersebut. Kejadian yang tidak ada seorang pun ingin mengalaminya. Oleh sebab itu munculah harapan bahwa musibah seperti ini tidak terulang kembali di masa depan. Walaupun harga tiket pesawat sedang diadakan diskon besar-besaran bukan berarti harga keselamatan yang menyangkut nyawa penumpangnya pun dianggap murah.
Sebagai wong cilik yang awam dalam masalah perpolitikan dan kerakusan penguasa. Bukan berarti mati hati nuraninya. Rakyat Indonesia bukanlah patung pajangan yang tidak bisa meneteskan air mata ketika melihat saudara sebangsanya hilang begitu saja dalam sebuah pesawat. Bangsa ini bukanlah pemirsa yang sedang menghibur diri dengan menonton aksi heroik dalam misi penyelamatan pesawat dalam layar bioskop yang berakhir happy end. Tetapi kami adalah anak-anak bangsa yang terluka karena ketidak jujuran yang sedang kami saksikan. Ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga. Kejujuran merupakan hal mutlak dalam segala tindakan yang mengatasnamakan kepentingan rakyat kecil. Jangan jadikan peristiwa bencana sebagai upaya untuk meningkatkan kepamoran dan superioritas di mata bawahannya. Cari, temukan dan evakuasi para awak dan penumpang Adam Air dengan penuh rasa simpati. Seperti harapan kita untuk memperoleh simpati dari orang lain bila kita menjadi salah satu penumpang pesawat naas yang kian hari kian dilupakan itu.
Penulis mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia, semua elemen bangsa untuk jangan melupakan para korban yang belum diketahui kabar beritanya itu. Mari bersama-sama mendoakan mereka seolah-olah mereka adalah ibu, ayah, suami, istri, kekasih, kaluarga, sahabat, idola dan semua hal yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam hidup kita.

BBM Hemat Bumiku Sehat

Oleh : Septiardi Prasetyo
          Guru MI At-Taufiq, Kota Bandung


Harga bahan bakar minyak(BBM) semakin mahal Imbas dari pengurangan subsidi. Tentu hal ini sangat memberatkan rakyat kecil karena biaya transportasi  semakin besar. Bila hal ini terus dibiarkan akan berpengaruh langsung pada melambungnya harga-harga kebutuhan pokok. Akibatnya semakin rendahlah daya beli masyarakat dan semakin menggembunglah angka kemiskinan di Indonesia.
 Haruskah kita menunggu harga minyak dunia turun?atau menunggu subsidi BBM dari pemerintah yang tak kunjung datang?atau inilah saatnya kita  berhemat BBM!
Tingkat konsumsi BBM pada kendaraan bermotor dipengaruhi oleh banyak faktor. Konon mobil keluaran terbaru akan boros mengkonsumsi BBM bila dikemudikan dengann cara yang tidak benar. Perilaku dalam mengendarai mobil bisa mempengaruhi tingkat konsumsi BBM.
Factor yang mempengaruhi tingkat konsumsi BBM biasanya dibagi dalam dua hal
1.      Faktor internal
2.      Faktor eksternal
Faktor internal menyangkut
a.       Berat kendaraan
Mobil bergerak dengan memanfaatkan energi yang dihasilkan dari pembakaran bensin atau solar. Semakin berat sebuah mobil semakin besar pula energi yang perlukan untuk menggerakannya. Menurut penelitian penurunan beban sebesar 50 kg bisa menghemat bahan bakar sekitar 1-2 %. Bila di mobil anda terpasang roof rack (rak atap) maka bisa diturunkan bila tidak dipakai. Walupun dalam keadaan kosong, saat mobil melaju rak atap akan mengakibatkan hambatan udara yang bisa menigkatkan konsumsi bahan bakar sebesar 1 % dan 5 % saat membawa barang. Tentu  lebih baik menggunakan bensin yang 1 % dengan sebaik-baiknya daripada dibuang percuma. Sebisa mungkin simpan barang-barang di dalam mobil atau bila barang cukup banyak bias digunakan mobil pengangkut barang karena akan lebih menghemat bahan bakar.
b.      Efisiensi mesin
Mobil keluaran terbaru tentu lebih efisien dalam mengkonsumsi bahan bakar dari pada mobil sejenis keluaran lama. Cara kerja mesin dan ukuran mesin juga mempengaruhi konsumsi bahan bakar. Supaya mesin mobil dapat bekerja lebih maksimal dan mengkonsumsi bahan bakar lebih efisien maka mesin bisa di tune up secara teratur. Tune up akan mengembalikan kondisi mesin kendaraan anda kekondisi semula. Tune up akan memperbaiki hubungan antar komponen-komponen mesin kendaraan anda. Lakukanlah tune up secara teratur sesuai dengan buku panduan.
c.       Transmisi
Pada kendaraan yang menggunakan transmisi manual tingkat kecepatan dibatasi oleh transmisi sehingga konsumsi bahan bakar lebih efisien. Hal ini tidak ditemui pada kendaraan bertransmisi otomatis sehingga lebih boros BBM. Meskipun begitu cara menyetir tetap mempengaruhi tingkat konsumsi BBM. Kemudikan kendaraan anda secara halus.
d.      Jenis bahan bakar
Bahan baker yang mengandung ethanol menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna. Bahan bakar yang mengandung ethanol memiliki kualitas energi yang tinggi  dan mengurangi ketergantungan mesin pada oli yang mengandung gasolin. Sehingga bahan bakar yang mengandung ethanol berharga lebih mahal bila dibandingkan bahan bakar yang mengandung oktan.
Faktor eksternal menyangkut
a.       Kondisi jalan
Mesin kendaraan yang melaju pada jalan yang mulus akan bekerja secara konstan dan lebih efisien bahan bakar dibandingkan jalan yang berlubang-lubang, berbatu, berdebu dan berlumpur. Karena pada jalan yang berlubang, berbatu berdebu dan berlumpur akan menyebabkan mobil menghadapi banyak hambatan sehingga tidak efisien bahan bakar. Pada jalan berlumpur mesin mobil memerlukan tenaga ekstra untuk melaju, karena Lumpur yang menempel pada ban membuat ban sulit berputar.